Saat ini kita mengenal parfum sebagai bagian dari kosmetik, sebagai aroma khas yang berfungsi untuk menciptakan persona tertentu dari pemakainya. Parfum bahkan dianggap sebagai barang mewah, dikemas dalam botol eksklusif dan dipasarkan dengan merek kelas atas.

Padahal, parfum sudah dikenal ribuan tahun. Wewangian digunakan untuk menciptakan aroma menyenangkan pada objek tertentu, bahkan menjadi bagian dari ritual keagamaan yang sakral. Tetapi jika parfum telah dikenal selama berabad-abad, bahkan selama beberapa milenium, siapakah orang yang pertama kali menemukannya?

Konon, mencari tahu penemu parfum hampir tidak mungkin. Tapi kita bisa menelusuri tradisi pembuatan parfum ke Mesopotamia dan Mesir kuno. Mereka adalah orang tertua yang mengetahui tradisi penggunaan wewangian sebelum disusul oleh China, Israel, Kartago, Arab, Yunani, Romawi dan Perancis yang kini terkenal dengan kualitas parfumnya.

Menurut buku Mendeleyev Dream – The Quest For Elements karangan Paul Strathen, ahli kimia yang tercatat sebagai pembuat parfum paling awal adalah seorang wanita bernama Tapputi. Teknik pembuatan wewangian yang dia gunakan tercantum dalam tablet Mesopotamia kuno yang berasal dari tahun 2000 SM. Tapputi menggunakan sulingan bunga, minyak, calamus, dan bahan aromatik lainnya untuk menciptakan wewangian.

Menurut buku The Origin of Things Around Us Tempo Doeloe karangan Zaenuddin HM, parfum sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari orang Mesir dari tahun 1580-1085 SM. Wewangian biasanya digunakan dalam pameran. Selain itu, wanita Mesir menggunakannya untuk mandi dan kosmetik. Sementara itu, parfum kemasan dalam botol kaca mulai digunakan di Mesir pada 1000 SM.

Lalu bagaimana dengan Prancis? Rupanya, seni membuat parfum baru mencapai Eropa barat pada tahun 1221. Renato il Fiorentino, pewangi Italia Catherine de Medici yang berjasa memperkenalkan seni membuat wewangian mewah ke Prancis

3 HAL YANG TIDAK ANDA KETAHUI TENTANG SEJARAH PARFUM
DARI MANA PARFUM BERASAL?

Ada berbagai teori tentang asal usul parfum, tetapi yang paling umum adalah Mesopotamia, Persia, dan Mesir yang disebut-sebut sebagai pencipta parfum pertama di dunia. Pembuat parfum pertama adalah ahli kimia wanita bernama Tapputi, yang menciptakan wewangian pertama dengan mur, minyak dan bunga di Mesopotamia Babilonia. Di Mesir, hampir 4000 tahun yang lalu, orang menggunakan wewangian untuk berbagai kebutuhan, mulai dari upacara keagamaan hingga persiapan pemakaman dan bahkan pakaian sehari-hari. Aroma tersebut dianggap sebagai keringat Ra, dewa matahari, dan karena itu dianggap sebagai atribut suci. Orang Mesir bahkan memiliki dewa parfum bernama Nefertum yang mengenakan hiasan kepala yang terbuat dari bunga lili air, yang merupakan salah satu bahan parfum paling umum saat ini. Orang Persia juga pengagum parfum, dan wewangian sering digunakan sebagai simbol status politik. Tidak lama kemudian orang Yunani dan Romawi mengambil alih Persia dan berkenalan dengan parfum yang mulai dilihat sebagai bentuk seni. Perlahan tapi pasti, wewangian menyebar ke seluruh dunia dan pada tahun 1190, ketika parfum datang ke Paris, dan itu tumbuh secara komersial dan berkembang menjadi industri besar yang kita lihat dan rasakan saat ini.

APA PARFUM PERTAMA DI DUNIA?

Makna dan status judi esports berkembang berbeda di berbagai negara, sehingga ada banyak jenis wewangian yang dianggap sebagai parfum jauh sebelum parfum modern pertama kali diperkenalkan. Orang Hongaria akhirnya memperkenalkan parfum sebagai wewangian modern, yang terbuat dari minyak esensial wangi yang dicampur dalam larutan alkohol. Parfum pertama yang dibuat untuk penggunaan pribadi eksklusif adalah untuk Ratu Elizabeth dari Hongaria dan dikenal di seluruh Eropa sebagai Air Hongaria. Aromanya didominasi oleh bahan alami seperti rosemary dan thyme.

APAKAH WEWANGI PALING MAHAL DI DUNIA?

Bisa jadi materi ini tidak pernah Anda duga sebelumnya! Wewangian terbaik dan termahal dibuat dari minyak absolut, campuran formulasi pekat, sangat aromatik, dan berminyak, yang diekstraksi dari tanaman atau bunga tertentu. Bahan alami yang paling mahal biasanya yang sangat langka, sangat sulit didapat atau sangat terbatas. Beberapa bahan termahal di dunia termasuk Jasmine, Bulgarian Rose, Oud, Musk, dan Orris. Sedangkan bahan termahal di dunia adalah Ambergris, zat yang diproduksi di sistem pencernaan paus sperma. Harga bahan yang tinggi juga bisa disebabkan oleh fakta bahwa sumber alam hampir punah, seperti minyak Oud alami, atau jika bahan tersebut sangat musiman, seperti ylang ylang dari Madagaskar.

SEJARAH PARFUM DUNIA

Parfum Kata berasal dari bahasa Latin per fume yang berarti “melalui asap”. Mesir dikatakan sebagai pencipta parfum pertama. Setelah orang Arab biasa menggunakan parfum untuk keperluan sehari-hari sebagai penggunaan ritual dan juga sebagai pengharum ruangan, orang Arab juga merupakan penemu alembic dan sebagai penyebar wewangian ke seluruh dunia di 1190, dimulai dari kawasan Eropa lalu tumbuh secara komersial dan berkembang. menjadi industri besar seperti yang kita lihat dan rasakan sampai sekarang.

Pada tahun 1700 Perancis mulai memproduksi parfum, aksesoris kulit seperti sarung tangan, tali pinggang berkembang menjadi sebuah bisnis. Umumnya menggunakan essence pink, tuberous dan bunga melati.

Pada awal 1900-an, setelah revolusi Prancis, masyarakat Prancis menjadikan parfum mewah dan bergaya di Paris. Era perdagangan liberal, dimulailah keuntungan dalam produksi parfum, baik dari kelas aristokrat hingga rakyat jelata.

Di era ini, penemuan kimia mengarah pada sintesis molekul parfum tertentu yang memungkinkan terciptanya wewangian yang inovatif dan berkualitas tinggi. Aroma yang intens dan sensual berasal dari musk, nilam atau heliotropik, sedangkan air bunga didasarkan pada mawar, melati, atau lili yang lebih halus.

Pada tahun 2000, sejarah parfum mencapai banyak aroma seiring dengan upaya konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Stylist Italia internasional paling terkenal mulai menyadari keharumannya sendiri. Keberhasilan Italia dalam menciptakan sinoni gaya dan keanggunan turut memperkuat pengaruh negara kita dalam produksi produksi parfum di seluruh dunia.

Parfum lahir sebagai ekspresi dan hak prerogatif, tetapi mengalami perubahan selama berabad-abad. Saat ini, parfum tidak lagi menjadi ciri khas kelas kaya, tetapi parfum menyertai kehidupan sehari-hari sebagai ekspresi identitas kita yang unik dan asli.

ASAL USUL PEMBUATAN PARFUM, AWAL UNTUK UPACARA AGAMA
Parfum kini telah menjadi item yang wajib dimiliki baik oleh pria maupun wanita untuk menunjang penampilan mereka. Penampilan yang rapi dan harum bisa menjadi daya tarik bagi orang lain. Ternyata, parfum ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Berikut sejarah pembuatannya, seperti dilansir JadiBerita dari Perfume.com, Selasa (25/10/2016).

Istilah parfum berasal dari bahasa Latin, per fumum, yang artinya “melalui asap atau uap”. Sejarah parfum konon dimulai sejak zaman Mesopotamia dan Mesir Kuno, kemudian disempurnakan oleh bangsa Romawi dan Persia.

Parfum pertama kali digunakan oleh orang Mesir sebagai bagian dari ritual keagamaan mereka. Dua metode utama yang mungkin digunakan untuk membuat parfum pada saat itu adalah membakar dupa dan mengoleskan balsem serta salep. Awalnya, parfum yang dioleskan langsung ke kulit ini disimpan dan digunakan khusus dalam ritual keagamaan, seperti upacara pembersihan. Dan kemudian di era Kerajaan Baru sekitar tahun 1580 SM, penggunaan parfum semakin meluas dan diaplikasikan pada festival. Wanita Mesir saat itu juga memakainya sebagai bagian dari perlengkapan mandi dan kosmetik.

Penggunaan parfum kemudian menyebar ke Yunani, Roma dan dunia Islam. Menurut orang Yunani kuno, aroma yang keluar dari tubuh bisa menyenangkan para dewa. Namun, justru komunitas Islam yang saat itu gencar menggunakan dan menyebarkan parfum ke seluruh dunia. Jatuhnya Kerajaan Romawi telah mengurangi pengaruh parfum, namun titik balik muncul ketika memasuki abad ke-12 ketika perdagangan wewangian kembali aktif.

Pada abad ke-13 terdapat sekelompok biksu dari Italia yang mengembangkan jenis baru cairan wangi. Pada abad ke-14 Ratu Hongaria secara khusus memerintahkan penelitian untuk mencampurkan parfum dengan alkohol, agar cepat menguap. Ramuan baru ini kemudian dikenal dengan nama “Hungaria Water” atau air dari Hongaria, yang juga merupakan cikal bakal parfum modern.

Pada abad ke-16, seorang ahli parfum dari Ratu Caterina dari Perancis bernama Rene membawa teknologi pembuatan parfum ke Perancis. Kala itu bangsawan Prancis membutuhkan pengharum untuk menutupi bau badannya yang rata-rata jarang mandi.

Pengaruh dan penggunaan parfum memasuki masa jayanya lagi di abad ke-17. Sarung tangan wangi menjadi komoditas populer di Prancis pada tahun 1656, dan pada saat itu persatuan pembuat sarung tangan dan parfum terbentuk, seiring dengan pertumbuhan parfum di Prancis. Pengadilan yang diketuai oleh Louis XV ini bahkan menamakan dirinya “pengadilan wewangian” karena bau parfum tidak hanya diaplikasikan pada kulit, tetapi juga pada pakaian, kipas, dan furnitur.

Pada 1724, Paris menjadi mitra komersial Grasse dan pusat dunia parfum. Rumah parfum seperti Houbigant (Quelques Fleurs, masih sangat populer sampai sekarang), Lubin, Roger & Gallet, dan Guerlain semuanya berbasis di Paris. Inilah mengapa Prancis dikenal sebagai salah satu negara dengan produksi parfum dan kosmetik paling terkenal di dunia.

Produksi parfum berkembang dari waktu ke waktu. Tak hanya di Eropa, hampir semua negara di dunia memiliki produk parfum andalan. Teknologi pembuatan parfum juga semakin canggih. Kita bisa memilih varian parfum yang paling sesuai dengan selera dan keinginan kita